Senin, 23 April 2012

Sepenggal Pengetahuan Tentang Sumber Ajaran Islam Khususnya Al-Hadits


Al-hadits ialah sesuatu yang disandarkan kepada nabi muhammad saw, yaitu berupa perkataan, perbuatan, pernyataan dan sebagainya. Al-Hadits juga merupakan sumber islam kedua setelah Al-Qur’an. Adapun hadits menurut istilah ahli hadits hampir sama (murodif) dengan sunah, yang mana keduanya memiliki arti segala sesuatu yang berasal dari Rasul, baik setelah dingkat ataupun sebelumnya. Akan tetapi kalau kita memandang lafadz hadits secara umum adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw. setelah diangkat menjadi nabi, yang berupa ucapan, perbuatan, dan taqrir beliau.
Al-Hadist dalam proses kodifikasinya sangat berbeda dengan Al-Qur’an yang sejak awal mendapat perhatian secara khusus baik dari Rasulullah SAW maupun para sahabat berkaitan dengan penulisannya. Bahkan Al-Qur’an telah secara resmi dikodifikasikan sejak masa khalifah Abu bakar yang dilanjutkan Ustman bin Affan yang merupakan waktu yang relatif dekat dengan masa Rasulullah SAW. Sementara itu, perhatian terhadap Al-Hadits tidaklah demikian. Upaya kodifikasi Al-Hadist secara resmi baru dilakukan pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, khalifah Bani Umayyah yang memerintah tahun 99-101 hijriyah, waktu yang relatif jauh dari masa Rasulullah Saw.
Dalam pengkodifikasiannya, hadist memiliki lika-liku yang cukup panjang, bukannya tidak mungkin jika para sahabat yang cinta ilmu tidak mau memelihara hadist dengan baik, kemungkinan hadist-hadist nabi SAW sudah ditelan masa, karena untuk menghimpun hadist diperlukan ketelitian yang sangat tinggi dan juga pada waktu itu hadist lebih banyak terpelihara dalam ingatan daripada catatan para sahabat, maka sudah selayaknya kita sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang cinta akan AlQur’an dan Hadist selalu belajar untuk memahami kedua sumber hukum seluruh umat dipenjuru dunia itu.
Pembagian dan Tingkatan Al-hadits: Shahih, Hasan dan Dhaif;
Hadis sahih menurut bahasa berarti hadis yang bersih dari cacat, hadis yang benar berasal dari Rasulullah SAW.
Hadis hasan menurut bahasa ialah hasan berarti bagus atau baik atau  “sesuatu yang baik dan cantik.”sedang menurut terminology, hadis hasan ialah hadis yang muttasil sanadnya diriwayatkan oleh rawi yang adil dan dhabith, tetapi kadar kedhabitannya dibawah kedhabitan hadis shahih, dan hadis itu tidak syadz dan tidak pula terdapat illat (cacat).
Definisi hadits hadits dha’if, yaitu; Hadits yang derajatnya di bawah derajat hadits hasan li dzatihi. Jadi seakan-akan beliau menyatakan bahwa semua hadits yang derajatnya di bawah hadits hasan li dzatihi, maka itu adalah hadits dha’if, walaupun sebab dha’ifnya berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. “Hadits dha’if adalah hadits yang tingkatannya, sedikit di bawah hasan.
Al-Qur’an itu menjadi sumber hukum yang pertama dan Al-Hadits menjadi asas perundang-undangan setelah Al-Qur’an.